Tuesday, 5 July 2011

Belajar Matematika Asyik dengan "Gasing"

Banyak cara yang bisa digunakan agar anak menyukai dan mudah mengerjakan soal Matematika. Anggapan Matematika sulit bisa jadi karena metode pembelajarannya yang membuat anak susah memahami pelajaran ini. Ada sebuah metode yang bisa membuat Matematika menjadi menyenangkan, namanya Metode Gasing, yang merupakan singkatan dari gampang, asyik, dan menyenangkan. Sesuai dengan namanya, metode ini menggunakan cara unik untuk memudahkan anak mengerjakan soal-soal Matematika.

"Matematika dengan Gasing sebenarnya sangat sederhana dan mudah, semua orang bisa, semua orang tahu," kata tokoh Sains dan Matematika, Yohannes Surya, Jumat (1/7/2011) di Jakarta.

Secara gamblang ia menjelaskan bagaimana Gasing dapat membuat seorang anak mampu memahami soal-soal Matematika dengan cara mencongak (menghitung di luar kepala). Selain itu, metode ini mengajak anak-anak untuk terbiasa dengan cara menghitung yang terbalik. Misalnya, untuk penjumlahan dua digit, dimulai dari satuan terbesarnya.

"Misalnya 37 ditambah 26, kita menjumlahkan dulu angka 3 dengan angka 2 dan ditambah satu, berarti 6. Baru kemudian menjumlahkan 7 dengan 6, yaitu 13. Tapi tulis saja 3, karena angka 1 sudah ditulis di depan. 37 ditambah 26 itu hasilnya 63. Lebih cepat," jelasnya.

"Anak akan terbiasa mengerjakan soal Matematika dengan cara mencongak. Jadi, semua soal Matematika bisa dikerjakan di luar kepala, artinya tidak menulis dan menghitung jari," ujar pria yang juga pendiri Surya Institute ini.

Anak yang ingin menggunakan metode ini harus memenuhi syarat kunci terlebih dahulu. Syaratnya, menguasai penjumlahan 1 sampai 20. "Misalnya 9 ditambah 7, harus langsung cepat menjawab 16. Selain itu, tentunya juga menguasai perkalian 1 sampai 10. Setelah itu baru bisa ngebut mengerjakan soal-soal yang lain. Dua digit, tiga digit, atau berapa pun tidak dikerjakan dengan menyusun ke bawah (ditulis). Semua harus dilakukan di luar kepala," ujarnya.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/04/07351845/Belajar.Matematika.Asyik.dengan.Gasing

3 Trik Membaca Buku Lebih Efektif

Punya banyak koleksi buku? Masih ingatkah Anda, buku apa saja yang pernah dibaca dan apa inspirasi yang Anda dapatkan dari buku itu? Jika Anda menjawabnya, "Aduh, sudah lupa", atau bahkan sama sekali tak ada kesan dari buku yang Anda baca, bisa jadi, cara membaca yang diterapkan selama ini tidak efektif. Penulis buku "101,5 Inspirasi Kecerdasan Emosional Anak Muda" yang juga pakar EQ, Anthony Dio Martin membagi 3 cara yang bisa diterapkan untuk membaca secara efektif dan mendapatkan manfaat dari apa yang Anda baca. Apa saja triknya?

Pertama, terapkanlah teknik membaca kontemplatif. "Ketika membaca buku, jangan dari awal sampai akhir lewat begitu saja, kemudian lupa apa yang dibacanya," kata Anthony, di arena Pesta Buku Jakarta 2011, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (3/7/2011).

Bagaimana cara membaca kontemplatif? Anthony menjelaskan, saat membaca buku, peganglah pensil atau pulpen. Beri catatan pada bagian yang menurut Anda menarik. Catatan itu bisa berupa komentar, ketidaksamaan pendapat atau apa pun.

"Itu kan buku Anda sendiri, tidak masalah jadi penuh coretan. Caranya, pegang buku, pegang pensil dan bolpen, corat coret. Biar saja. Kasih komentar di bagian yang dibaca. Coretan ini akan melatih, mencerdaskan pikiran Anda. Tandai, kasih komentar. Lingkari, kasih tanda seru atau memberi pendapat tentang apa yang Anda baca. Misal, anda tidak suka, tidak sependapat,dan sebagainya. Jangan biarkan buku tetap rapi," paparnya.

Trik kedua, buatlah mind mapping. Caranya, membuat garis besar isi buku setelah selesai membacanya.

Dan ketiga, berikan catatan pada notes kecil untuk mencatat ide yang muncul dari buku yang Anda baca. "Pengetahuan tidak ada artinya kalau tidak memunculkan ide. Misalnya, bikin catatan-catatan dari baca buku ini (yang dibaca), apa yang Anda dapatkan. Sebuah buku akan berkesan kalau berhasil membuat kita terinspirasi dan membuat kita punya ide untuk melakukan sesuatu," kata Anthony.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/05/08425625/3.Trik.Membaca.Buku.Lebih.Efektif

1,2 Juta Lulusan SMP Tak Melanjutkan Studi

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal membenarkan adanya jutaan anak yang tidak melanjutkan sekolah setelah lulus dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Menurut dia, jutaan anak tidak melanjutkan pendidikan tersebut karena berbagai alasan, seperti kesulitan ekonomi, pernikahan dini, dan akses ke sekolah yang jauh. Jumlahnya mencapai 1,2 juta dari 3,7 juta lulusan SMP/MTs yang lulus tahun ini.

"Sebenarnya lulusan wajib belajar kita itu sekitar 3,7 juta anak yang lulus dari SMP/MTs. Dari angka tersebut, lebih dari 1,2 juta anak yang tidak melanjutkan karena berbagai alasan. Sementara itu, yang lainnya melanjutkan ke SMA, SMK, ataupun MA, dan jumlah kecil lainnya melanjutkan mengambil paket C," kata Fasli, Senin (4/7/2011) malam, di Jakarta.

Diberikan pelatihan khusus

Kementerian Pendidikan Nasional akan menjadikan para siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA ini sebagai sasaran program life skills yang diselenggarakan Kemdiknas. Life skills adalah program pendidikan nonformal. Program ini untuk menjangkau mereka yang telah menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun, tetapi tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam program life skills, para jebolan SMP itu akan dilatih dan dibekali dengan berbagai macam keterampilan. Kemdiknas menyiapkan sekurang-kurangnya 148 jenis pelatihan.

Tak hanya itu, direktorat kursus Kemdiknas secara khusus menyediakan dana bantuan untuk menyokong suksesnya program life skills tersebut.

"Kami menyiapkan anak-anak itu dengan menjadikan mereka sasaran program life skills. Program nonformal yang menjangkau anak-anak. Kami beri perhatian, pelatihan seperti otomotif, elektronik, menjahit, atau apa saja," ujar Fasli.

Direktorat Kursus, kata Fasli, khusus menyediakan dana untuk training provider yang menjamin anak dari keluarga kurang mampu dan tidak melanjutkan sekolah. Training provider ini adalah mereka yang sudah mempunyai rekam jejak dan sudah melahirkan kompetensi yang dijanjikan. Training provider ini akan menjamin persentase tertentu, seperti harus diterima bekerja.

"Begitu ada kesepakatan tersebut, kami akan bayar per kapita. Ada yang Rp 2,5 juta per anak. Jika ada 50 anak, berarti 50 dikali Rp 2,5 juta," ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku saat ini Kemdiknas belum mampu menjangkau seluruh anak yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA. Ia berharap setelah wajib belajar sembilan tahun tuntas, relevan, dan bermutu, wajib belajar 12 tahun akan terealisasi. Salah satu caranya dengan membuka dan membangun SMA/SMK sederajat lebih banyak.

"Yang kami lakukan saat ini jumlahnya belum mencapai 1,2 juta anak itu. Kami hanya mampu menjangkau beberapa ratus ribu anak. Namun, intinya yang kami harapkan adalah membantu memudahkan mereka menyesuaikan dirinya dari dunia sekolah ke dunia kerja melalui pelatihan-pelatihan tersebut," ungkap Fasli.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/05/09452952/1.2.Juta.Lulusan.SMP.Tak.Melanjutkan.Studi

Wednesday, 5 January 2011

PEMBELAJARAN KURIKULUM

PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Kegiatan pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar . Penggunaan istilah pembelajaran sebagai pengganti Mengajar relative baru . Penggunaan istilah ini mempunyai dasar yang kuat , yang menyangkut perubahan filosofi pendidikan yang lebih manusiawi. Dimana dalam istilah ini terasa ada pengakuan terhadap kemampuan mahasiswa untuk belajar, dan kemampuan ini akan terwujud apabila dibantu dan dibimbing oleh guru.

Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan , sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik . Dan tugas guru adalah mengkoordinasikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik . Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai usaha sadar pendidik untuk membantu peserta didik agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya . Disini pendidik berperan sebagai fasilitator yang menyediakan fasilitas dan menciptakan situasi yang mendukung peningkatan kemampuan belajar peserta didik .

Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru merupakan bagian utama dari pendidikan formal yang syarat mutlaknya adanya kurikulum sebagai pedoman. Dengan demikian, guru dalam merancang program pembelajaran maupun melaksanakan proses pembelajaran akan selalu berpedoman pada kurikulum.

Guru dapat dikatakan sebagai pemegang peran penting dalam mengimplementasikan kurikulum, baik dalam rancangan maupun dalam tindakannya. Pengenalan terhadap kurikulum tidak hanya tidak hanya terbatas pada pengertian kurikulum saja, namun yang penting adalah berkenaan dengan pengembangan kurikulum.

· Rumusan Masalah

Beberapa yang menjadi topik sentral permasalahan dalam makalah ini yang akan dibahas adalah :

1. Apa pengertian kurikulum dan bagaimana landasan-landasan pengembangan-pengembangan kurikulum!

2. Bagaimana mengkomunikasikan komponen-komponen kurikulum dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum!

3. Bagaimana model pengembangan kurikulum?

4. Bagaimana keterhubungan pembelajaran dengan pengembangan kurikulum!

Setiap kegiatan yang dilakukan scara sistematis pasti mempunyai tujuan yang diharapkan, begitu pula makalah ini. Tujuan pembahasan makalah ini adalah:

1. Mengetahui apa pengertian kurikulum dan bagaimana landasan-landasan pengembangan-pengembangan kurikulum!

2. Mengetahui bagaimana mengkomunikasikan komponen-komponen kurikulum dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum!

3. Mengetahui bagaimana model pengembangan kurikulum?

4. Mengetahui bagaimana keterhubungan pembelajaran dengan pengembangan kurikulum!

A. Kurikulum dan Landasan Pengembangan Kurikulum

1. Pengertian Kurikulum

Kata “kurikulum” berasal dari satu kata bahasa Latin yang berarti “Jalur Pacu”.

Menurut Zais (1976) pengertian kurikulim yakni :

(i) Kurikulum sebagai program pelajaran

(ii) Kurikulum sebagai isi pelajaran

(iii) Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan

(iv) Kurikulum sebagai pengalaman di bawah tanggung jawab sekolah dan

(v) Kurikulum sebagai suatu rencana (tertulis) untuk dilaksanakan

Adapun konsep Tanner mengenai kurikulum yakni :

(i) Kurikulum sebagai pengetahuan yang diorganisasikan

(ii) Kurikulum sebagai modus mengajar

(iii) Kurikulum sebagai arena pengalaman

(iv) Kurikulum sebagai pengalaman

(v) Kurikulum sebagai pengalaman belajar terbimbing

(vi) Kurikulum sebagai kehidupan terbimbing

(vii) Kurikulum sebagai suatu rencana pembelajaran

(viii) Kurikulum sebagai system produksi secara tekhnologis, dan

(ix) Kurikulum sebagai tujuan

Sehingga dapat disimpulkan konsep-konsep kurikulum tersebut yaitu :

(i) Kurikulum adalah sebagai jalan meraih Ijazah

(ii) Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran

(iii) Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran

(iv) Kurikulum sebagai hasil belajar dan

(v) Kurikulum sebagai pengalman belajar.

Menurut Krug (1956 dalam Zais 1976 : 8) kurikulum adalah sebagai “all the means employed by the school to provide students with opportunities for desirable learning experiences”. Bahwa semua yang bermaksud dipakai oleh sekolah untuk menyediakan kesempatan-kesempatan bagi siswa memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang diperlukan sekali adalah kurikulum.

Dalam UU Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 Pasal 1 (9) menyebutkan bahwa : “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Adapun tujuan kurikulum yang terdapat dalam pasal 37 menyebutkan : “Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatika tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pengembangan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan”.

2. Landasan Pengembangan Kurikulum

Kurikulum merupakan wahana belajar-mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus-menerus dan berkelanjutan sesua dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat (Depdikbud, 1986:1).

Pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimana pembuatan kurikulum akan berjalan. Menurut Bondi dan Wiles bahwa : pengembangan kurikulum yang terbaik adalah proses yang meliputi hal berikut :

1. kemudah-mudahan suatu analisis tujuan

2. rancangan suatu program

3. penerapan serangkaian pengalaman yang berhubungan dan

4. peralatan dalam evaluasi proses ini.

Kesimpulannya, pengembangan kurikulum adalah suatu perbuatan kompleks yang mencakup berbagai jenis keputusan (Taba, 1962:6).

Adapun landasan-landasan pengembangan kurikulum, yang tercantum dalam kurikulum SD, dalam landasan program dan pengembangan dikemukakan bahwa pengembangan kurikulum mengacu pada tiga unsure yaitu :

1. Nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya

2. Fakta empiric yang yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum, baik berdasar penilaian kurikulum, studi maupun survei lainnya, dan

3. Landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotnya.

Berikut merupakan Landasan Program dan Pengembangan Kurikulum, yakni :

a. Landasan Filosofis

b. Landasan Sosial-Budaya-Agama

c. Landasan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni

d. Landasan Kebutuhan Masyarakat

e. Landasaan Perkembangan Masyarakat.

B. Komponen dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum

1. Komponen Kurikulum

Herrick mengemukakan 4 (empat) elemen dalam kurikulum yakni : Tujuan (objectives), Mata Pelajaran (subject matter), metode dan organisasi (method and organization) dan evaluasi (evalution). Adapun Zais mengemukakan bahwa kurikulum terdiri dari 4 (empat) komponen dasar : (1). Aims, goals and objective, (2). Content, (3). Learning activities, dan (4). Evaluations, yang kemudian Nana Sy Sukmadinata mengemukakan empat komponen dari anatomi tubuh kurikulum yang pertama adalah Tujuan, isi atau materi, proses atau system penyampaian, serta evaluasi.

2. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum

Berbagai prinsip Pengembangan Kurikulum tersebut di antaranya :

· Prinsip Berorientasi pada tujuan

· Prinsip Relevansi

· Prinsip Efisiensi

· Prinsip efektivitas

· Prinsip fleksibilitas

· Prinsip Integritas

· Prinsip kontinuitas

· Prinsip sinkronisasi

· Prinsip objektivitas, Prinsip demokrasi dan Prinsip Praktis.

C. Model-Model Pengembangan Kurikulum

1. Model Administratif (Line-Staff)

Merupakan pola pengembangan kurikulum yang paling awal dan mungkin yang paling dikenal. Kurikulum ini berdasarkan pada cara kerja atasan-bawahan (top-down). Semua inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum dari atas, bersifat sentralisasi penuh.

2. Model Grass-Roots

Model pengembangan kurikulum ini merupakan kebalikan dari model Administratif dilihat dari sumber inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. Model Rakyat Biasa (Grass-Roots) semua inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum dari bawah.(Bottom-up) dari bawah ke atas, bersifat desentralisasi.

3. Model Beauchamp

Dalam model beauchamp ini terdapat lima keputusan yaitu :

1. Memutuskan area pengembangan kurikulum

2. Memilih dan melibatkan personalia dan pengembangan kurikulum

3. Pengorganisasian dan prosedur pengembangan kurikulum

4. Implementasi kurikulum

5. Evaluasi kurikulum.

4. Model Arah Terbalik Taba (Taba’s Inverted Model)

Menurut model Taba, pengembangan kurikulum, dilaksanakan dalam lima langkah :

1. Membuat Unit-unit percobaan (producing pilot units)

2. Menguji unit-unit (testing experimental units)

3. Merevisi dan mengkonsolidasi

4. Mengembangkan jaringan kerja

5. Memasanag dan mendeseminasi unit-unit baru.

5. Model Rogers

Rogers mengemukakan model pengembangan kurikulum yang disebut dengan Model Relasi Interpersonal Roger (Roger Interpersonal Relation Model). Model ini terdiri dari empat langkah pengembangan kurikulum, yakni :

1. Pemilihan satu system pendidikan sasaran

2. Pengalaman kelompok yang intensif bagi guru

3. Pengembangan suatu pengalaman kelompok yang intensif bagi satu kelas atau unit pelajaran, dan

4. Melibatkan orang tua dalam pengalaman kelompok yang intensif.

Pengembangan kurikulum Rogers ini lebih mementingkan kegiatan pengembangan kurikulum daripada rancangan pengembangan kurikulum tertulis, yakni melalui aktivitas dan interaksi dalm pengalaman kelompok intensif yang terpilih.

D. Guru dan Pengembangan Kurikulum

1. Pembelajaran dan Kurikulum

Pembelajaran merupakan kurikulum sebagai teks/kegiatan, Hakikat pembelajaran diantaranya adalah:

1. Kegiatan yang dimaksudkan untuk membelajarkan pembelajar

2. Program pembelajaran yang dirancang dan diimplementasikan sebagai suatu system.

3. Kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada pembelajar.

4. Kegiatan yang mengarahkan pembelajar kea rah pencapaian tujuan pembelajaran dan

5. Kegiatan yang melibatkan komponen-komponen tujuan, isi pelajaran, system penyajian, dan system evaluasi dalam realisasinya.

Adapun hakikat kurikulum adalah :

1. Kurikulum sebagai jalan memperoleh ijazah

2. Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran

3. Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran

4. Kurikulum sebagai hasil belajar, dan

5. Kurikulum sebagai pengalaman belajar

Sehingga dapat di ambil kesimpulam bahwa pembelajaran dan kurikulum merupakan dua konsep yang tak terpisahkan satu dengan yang lainnya.

2. Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum

Sebagian besar model melibatkan guru dalam pengembangan kurikulum. Guru adalah orang yang tahu persis situasi dan kondisi diterapkannyakurikulum yang berlaku.

Peran guru dalam pengembangan kurikulum diwujudkan dalam bentuk-bentuk kegiatan berikut :

1. Merumuskan tujuan khusus pengajaran

2. Merencanakan kegiatan pembelajaran

3. Menerapkan rencana atau program pembelajaran

4. Mengevaluasi hasil dan proses belajar pada pembelajar

5. Mengevaluasi interaksi antara komponen-komponen kurikulum yang diimplementasikan.

Peran guru disini bersifat sentralisasi. Sedangkan pada sifat desentralisasi peran guru sangat besar yang mencakup pengembangan keseluruhan komponen-komponen kurikulum dalam perencanaan, pengimplementasian kurikulum yang dikembangkan, mengimplementasikan kurikulum, dan merevisi komponen-komponen kurikulum yang kurang memadai.

Apresiasi Keunikan Gagasan

Apresiasi Keunikan Gagasan Dan Teknik Dalam Karya Seni Rupa Terapan

  1. Pengertian Apresiasi

Apresiasi adalah sikap kepekaan dalam menghargai, mengagumi dan menilai sebuah karya seni. Apresiasi dibagi menjadi dua, yaitu apresiasi pasif dan aktif. Apresiasi pasif tumbuh seiring dengan pembiasaan yang sifatnya pasif sampai pada tahap menilai. Adapun apresiasi aktif, yaitu apresiasi pasif yang disertai pembuatan karya.

Apresiasi pasif dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari mengamati gambar atau reproduksi karya seni rupa dibuku hingga menghadiri pameran karya seni rupa. Adapun apresiasi aktif terjadi jika ada dorongan untuk berkarya setelah melakukan kegiatan apresiasi pasif.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengkaji atau menilai sebuah karya seni, yaitu berkaitan dengan nilai bentuk dan nilai isi.

  1. Nilai bentuk

Nilai bentuk berkaitan dengan hal yang sifatnya indrawi, artinya penyerapan visual dengan mata menjadi acuan dalam apresiasi. Nilai bentuk karya seni rupa disebut juga nilai intrinsik.

  1. Nilai Isi

Nilai isi disebut pula nilai ekstrinsik dan sifatnya non fisik karena berada dibalik wujud karya. Nilai isi pada karya seni rupa hadir melalui pengolahan unsur-unsur fisik. Nilai-nilai fisik akan menangkap isi atau pesan perupa yang terdapat pada karya, misalnya komposisi, gagasan, pesan, perlambangan, tema, gaya, kemampuan teknik, dan bakat perupa dalam mengolah nilai-nilai bentuk.

  1. Apresiasi Karya Seni Rupa

Untuk menghindari kesimpangsiuran apresiasi seni rupa, harus dilakukan dengan menggunakan pendekatan tertentu, diantaranya pendekatan mimietik, ekspresif, struktural dan semiosik.

  1. Pendekatan mimietik

Yaitu sebuah karya dinilai kaitannya dengan kenyataan yang ada di alam. Misalnya, lukisan binatang akan dilihat kemiripannya dengan binatang sesungguhnya yang hidup di alam.

  1. Pendekatan Ekspresif

Apresiasi karya seni rupa dilakukan dengan menilai ungkapan atau ekspresi perupa yang diwujudkan kedalam karya. Misalnya, kelugasan dalam mempergunakan media dan teknik tertentu dapat dijadikan acuan dalam menilai ekspresinya.

  1. Pendekatan struktural

Apresiasi karya seni rupa dilakukan dengan menilai kesatuan utuh karya dengan strukturnya. Aspek kebentukan karya yang terdiri atas unsur-unsur pendukungnya dapat menjadi landasan penilaian.

  1. Pendekatan Semiotik

Apresiasi karya seni rupa dilakukan dengan menilai kandungan berbagai tanda yang ingin disampaikan seorang perupa kepada penikmatnya.

  1. Menilai keunikan karya seni rupa terapan

Pada karya seni rupa terapan, aspek guna atau pakai lebih diutamakan dibandingkan keindahan atau ekspresinya. Berbagai benda yang dipakai manusia, mulai dari alas kaki, pakaian, penutup kepala, perhiasan, hingga rumah tempat tinggal dan perabotnya merupakan karya seni rupa terapan yang mengandung nilai praktis dan nilai artistik. Sedangkan karya seni kriya dapat juga termasuk karya seni terapan karena dalam karya seni kriya nilai fungsional dapat disamaratakan denan nilai estetisnya.

  1. Pakaian

Dari segi bentuk dan bahannya, bermacam-macam, contohnya bahan berasal dari tumbuhan dan hewan, dan cara atau teknik pembuatannya berupa ditenun, dirajut, dibatik, dan dicelup.

Setiap daerah di nusantara memiliki pakaian adat yang unik dan penggunaannyapun disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa tertentu. Ada pakaian yang diugnakan khusus untuk menikah, upacara adat dan upacara kematia yang berbentuk pakaian dijahit, sarung atau sehelai kain yang panjang. Dan ada yang dipakai sebagai ikat kepala, penutup kepala, atau disampirkan ke bahu.

  1. Perhiasan

Perhiasan sudah ada sejak dulu. Mereka membuat bahannya dari serat tumbuh-tumbuhan atau ranting, bagian tubuh binatang. Pada sebagian suku bangsa di nusantara perhiasan menunjukkan status sosial pemakainya.

  1. Senjata

Senjata tradisional daerah tertentu mempunyai keunikan, baik dari segi bentuk, bahan, teknik pembuatannya maupun hiasannya.

Bentuknya bisa berupa pisau, golok, keris dan tombak.

  1. Topeng dan Wayang

Topeng mempunyai nilai pakai dan berkaitan dengan cabang seni yang lain yaitu seni tari, musik dan teater. Dan pula wayang, setiap bentuk dan warnanya menggambarkan karakter manusia tertentu.

  1. Kemasan

Kemasan atau wadah untuk makanan atau benda lainnya amat beragam. Kemasan atau wadah bisa dibuat dari dedaunan, serat, batok kelapa, kayu atau bambu dan logam. Dan cara membuatnya bisa dianyam atau diukir secara khusus.

  1. Alat Transportasi

Kendaraan menjadi alat angkut yang penting dalam kehidupan manusia, kendaraan tradisional, jenisnya ada yang dihela binatang atau dikayuh oleh manusia, misalnya becak, sampan, delman atau pedati.

  1. Bangunan

Fungsi bangunan sebagai kebutuhan primer manusia dapat dibedakan menjadi bangunan sehari-hari (profan) dan bangunan keagamaan (sakral).

  1. Peralatan Rumah Tangga

Peralatan rumah tangga tidak hanya termasuk sebagai barang fungsional karena hampir pada semua peralatan rumah tangga. Misalnya piring, guci keramik, meja, kursi, lemari yang diukir halus atau lampu hias yang cantik.

  1. Benda Ritual

Benda ritual adalah benda-benda yang biasa untuk kepentingan upacara adat, misalnya di bali pembuatan hiasan janur dan sesajen untuk upacara adat.

  1. Alat Musik

Selain berekspresi secara rupa atau visual ada juga media ekspresi melalui bunyi-bunyian.

Perangkat yang dapat menghasilkan suara yang disebut alat musik, baik yang dipetik, dipukul, ditabuh, ditiup, maupun digesek. Bahannya dari bambu, kayu, logam, atau kulit hewan. Dan pembuatan alat musik ini dilakkan dengan memeprtimbangkan aspek bentuk dan hiasan.

Monday, 7 June 2010

Spesies Baru di Mamberamo-Foja

Neville Kemp
Pergam atau merpati kaisar (Ducula sp. nov.) yang ditemukan di Pegunungan Foja

Ekspedisi Conservation International, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, The National Geographic Society, dan Smithsonian Institution di Papua pada akhir 2008 menemukan sejumlah spesies baru. Penemuan spesies, seperti kupu-kupu hitam dan putih atau Ideopsis fojona, katak berhidung panjang atau Litoria sp nov, serta pergam kaisar atau Dacula sp nov, membuktikan tingginya keanekaragaman hayati Papua.

Penelitian bertajuk "Conservation International's Rapid Assessment Program (RAP)" itu berlangsung di salah satu lokasi paling terpencil di Suaka Margasatwa Mamberamo-Foja. Suaka margasatwa seluas 2 juta hektar di Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Sarmi, Papua, itu disebut-sebut sebagai generator spesies karena lingkungannya yang terisolasi.

Penelitian RAP dilakukan di kawasan Desa Kwerba hingga ke lereng pegunungan yang sulit dijangkau di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut dalam hutan tropis yang lebat.

Selain menemukan kupu-kupu hitam-putih, katak berhidung panjang, dan pergam (merpati) kaisar, RAP juga menemukan bukti foto dan spesimen kelelawar kembang baru (Syconycteris sp nov), tikus pohon kecil (Pogonomys sp nov), semak belukar berbunga (Ardisia hymenandroides), dan walabi kecil (Dorcopsulus sp nov)

Ketua Tim Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hari Sutrisno menjelaskan, penemuan berbagai spesies itu menjadi prestasi tersendiri bagi para peneliti Indonesia.

"Salah satu peneliti kupu-kupu dari LIPI, Peggie Djunijanti, berperan penting dalam mendeskripsikan kupu-kupu hitam-putih (Ideopsis fojona) yang ditemukannya bersama peneliti D Vane Wright dan Henk van Mastrigt. Peggie dan kedua peneliti itu bersama-sama menjadi pendeskripsi resmi kupu-kupu itu. Berkat kontribusi peneliti Indonesia, spesimen spesies baru lainnya juga akan menjadi tambahan koleksi spesimen Herbarium Bogor dan Museum Zoology Bogor," kata Hari.

Ornitologis Neville Kemp yang berhasil mendeskripsikan pergam kaisar (Dacula sp nov) menjelaskan, penemuan itu melalui proses panjang yang direncanakan sejak awal 1990. Kemp menyatakan, beberapa spesies yang diumumkan kali ini sudah diketahui keberadaannya sejak RAP 2005.

"Namun, spesimen beberapa spesies baru ditemukan pada RAP 2008. Ada juga spesies yang keberadaannya terdokumentasi pada RAP 2008 dan spesimennya langsung didapatkan. Tim harus memeriksa semua spesimen koleksi berbagai herbarium dan museum zoologi di dunia. Setelah dipastikan tidak ada spesimen yang sama, barulah bisa disimpulkan spesies yang ditemukan itu spesies baru," kata Kemp. (ROW)

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2010/05/18/07452285/Spesies.Baru.di.Mamberamo.Foja

Kuburan Abad Ke-18 Terbesar Ditemukan

KOMPAS/AMBROSIUS HARTO
Kerangka manusia dalam sebuah guci di lokasi kubur guci Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (5/6). Tim peneliti dari Balai Arkeologi Banjarmasin menemukan 52 guci berisi kerangka manusia dalam penggalian selama 21 hari. Kubur itu diperkirakan telah ada sejak abad ke-18.

Tim peneliti arkeologi menemukan kuburan manusia abad ke-18 terbesar di Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kuburan itu berupa 52 tajau atau guci berisi kerangka manusia, tiga kerangka masih utuh.

Ketua Tim Penelitian Penguburan Tajau Sangasanga Bambang Sugiyanto kepada pers, Sabtu (5/6), mengatakan, kuburan tajau, guci, atau martavan ini sudah ada pada abad ke-18 dan menjadi terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia.

Guci itu bermotif ukiran Tiongkok dari abad ke-16 sampai abad ke-18. Piring berasal dari abad ke-18. Sampel tulang dan tanah dikirim ke laboratorium di Jakarta untuk menentukan umur kuburan dan jenis ras manusia.

Tiga guci yang utuh kini diamankan di Museum Merah Putih Sangasanga. Sisanya pecah berkeping-keping dan ditimbun kembali untuk sewaktu-waktu dibongkar guna penelitian lanjutan. Setiap guci berisi kerangka satu individu tanpa harta benda.

Kerangka dalam guci merupakan pola penguburan sekunder pada tradisi Dayak. Sekunder berarti jenazah dikubur dalam tanah sampai saat dipindahkan ke dalam guci dengan ritual adat. Jumlah individu dalam guci menggambarkan jumlah minimal hewan yang dikurbankan.

Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Samarinda Edi Tri Haryantoro meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengamankan status tanah lokasi penggalian.

Sangasanga dikenal sebagai kawasan peninggalan Belanda. Di sana ada perumahan pegawai perusahaan minyak dan pompa angguk abad ke-19. Di sana terjadi pertempuran antara Indonesia dan Belanda pada awal masa kemerdekaan. (BRO)

sumber : http://sains.kompas.com/read/2010/06/07/08372738/Kuburan.Abad.Ke18.Terbesar.Ditemukan-4

 
Koemayu Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template